30 July 2008

Benarkah sudah mengenali diri?

Benarkah sudah kenal benar diri sendiri? Mungkin jawapannya mudah saja kerana sudah bertahun - tahun 'hidup' bersama, tidur sebantal, dari tidak berupaya sehingga boleh berusaha sendiri, dari kecil sehingga besar, dari tatik sehingga berlari, dari bodoh sehingga cerdik, dari sakit sehingga sembuh, semuanya berbuat bersama, bangun bersama, bekerja bersama, berfikir bersama. Tiada sendirian, tetap bersama.
Maka jawapannya mudah saja. Ya, kenal dan tersangat kenal kerana milik bersama, setiap saat setiap masa bersama. Sikap, pelakuan, perbuatan, percakapan semuanya sudah dikenal dan memang terkenal bersama. Tiada yang lebih mengenal dari mengenalinya sendiri.
Persoalannya sekarang, benarkah sudah benar-benar mengenal? Benarkah jawapannya sedemikian rupa, sedemikian kata? Apa yang dikenal? Badan, perasaan, hati, jiwa, sikap, apa saja yang berupa, berasa dan terasa, luaran dan dalaman?Benarkah sudah pasti mahu mengatakan sudah benar-benar mengenal?
Pernahkah berdetik hati, berkata jiwa menasihati dan berpesan? Pernahkah terasa terganggu hati, terusik jiwa ketika perjalanan dimulakan, pekerjaan dilakukan? Pernahkah terasa dan merasa pujukan hati, belaian jiwa ketika menderita, kecewa melanda? Pernahkah terbayang, terpandang tayangan dihati, dijiwa berita indah, suka duka? Masih benarkah sudah benar-benar mengenal?
Renungilah.....

28 July 2008

Disebalik 5 Jari

Cuba perhatikan jari. Luruskan ke hadapan dalam terbuka. Lihat dan renung rahsia tersembunyi disebaliknya. Sedarkah bahawa kepentingan jari dan kerjasama secara berkumpulan jari telah terlalu banyak membantu di dalam setiap kehidupan setiap saat tanpa mengeluh, tanpa berhenti, tanpa menyesal ? Walau apa pekerjaannya samaada baik atau buruk tetap dilaksanakan secara berkumpulan dengan penuh bertanggungjawab sehingga selesai.

Kekadang terlupa kita kepada perkara kecil dihadapan mata yang lebih hebat dari kita tapi kita masih berfikiran bahawa kita yang lebih layak untuk mengatakan bahawa kita hebat. Seandainya hilang satu saja jari dari kumpulannya, maka punahlah pekerjaan kita, terganggu perjalanannya. Terasalah kita kekurangan pada diri kita. Menyesal, kesal, kecewa semuanya terkeluar akibat kehilangan 'pekerja setia' kita.

Oleh itu, renungilah nikmat yang diberi dan belajarilah menghargainya selalu.


Our 5 Fingers

Try to observe our 5 fingers. Straighten up and openly. Look with heart to visualise the hidden story behind them. Do we realize the importance and team work among the fingers are too helpful in finishing our daily life desire every second without any regret ? Either good or bad tasks still being done to completion with full responsible.

Sometimes we forget the tiny matter does the best compares to ourselves who we claimed to be the best. If one finger goes missing, we are left in mere troublesome to complete our daily task easily as it used to be. The lost of 'loyal worker' would fill in ourselves with regret, frust and suffer.

Therefore, think and learn to appreciate the 'gifted' fingers often.

23 July 2008

Benarkan yang benar

Sudikah, mampukah, relakah hati, mulut, lidah berkata, bertutur benar ? Sememangnya yang benar, yang membenar dan terbenar itu pahit, pedih dan menikam jiwa. Walau apapun alasannya, cubalah kembali ke jalan kebenaran dengan berkata, bertutur, berlakuan yang benar.

Ajarlah, didiklah, pratiklah semua anggota badan yang diluar, didalam berterusan mengamalkan kebenaran walau ditempuh, ditampar dugaan, cabaran, pukulan badai kehidupan hingga tersungkur jatuh di pertengahan jalan. Ketahuilah perjalanan yang jauh berombak dan beralun penuh dengan onak berduri pasti akan berakhir. Kebenaran pasti menyerlah tanpa ketahuan masanya. Tiada rugi setitik pun dengan berpendirian benar, bersikap benar, berkata benar dan beramal benar walau dihambat, ditentang semuanya kerana kebenaran tetap terpilih, dipilih yang membenarkan.

Maka, mulalah berucap benar pada diri sendiri.


Speak the truth

Willing, capable, offer to say the truth ? By the truth, the whole truth, the actual truth is so painful and kills the soul. For whatever reasons would be, strike the best to return to the truth path by saying, voicing and behaviouring the truth.

Keep teaching and practicing all the outer and inner body parts the truth continuously although being slamped many times by various life challenges till felt in the middle of the life journey. Do realize that the tough, rough, miserable life journey will end soon. The truth will pervail itself at no time. Not losing anything for standing up the truth, behave the truth and practice the truth although being against by all because the truth is the chosen one and always will be.

Thus, utter the truth to thyself.

22 July 2008

Lidah tidak bertulang

Apa saja boleh diucapkan, dikatakan, dikeluarkan, dibisikkan mengikut hati, mengikut rasa. Terpulang pada diri meluahkan, melahirkan kehendak, kemahuan tiada yang menghalang. Menyebutkan, memperkatakan yang benar, yang salah tiada yang menahan. Merubah, memutar, memusing setiap kata tiada yang mengetahui. Terpulang pada diri sendiri.

Namun seindahnya mana sebutan, kata - kata yang bersilang tiada kebenaran pasti akan terbongkar kehasilannya. Kekadang percakapan yang terlanjur terpalit kembali kepada penyebutnya. Kebenaran tetap benar, kesalahan tetap salah pasti terbentang di hadapan mata. Pukulannya kelak menguris jiwa.

Oleh itu, sebutlah yang benar, yang betul, yang baik, yang asli. Perkatakan yang perlu, yang wajib bagi memperkuatkan kerohanian diri.

Maka, kembalilah...mengawal lidah yang liat, yang mengeliat, yang tidak bertulang.


Boneless tongue

Whatever words being spoken out came from deep inside from the heart or feeling. It is up to oneself to express, voice out any words without any barrier from nobody. To say the truth no one will hold. To change, to twist, to turn any words nobody knows. It is up to oneself.

No matter how excellent and power the word would be, the truth will prevail the truth. Sometimes the words themselves shall return to the spoken one. The truth is always the same, the false remains as it is in front of the eyes. The result shall hurt badly.

Therefore, say the truth, the good and the origin. Speak whichever is neccessarily to strenghten the innerself.

Thus, return...to control the boneless tongue.

21 July 2008

Masa

Sekadar duduk menanti, ternanti, menung, termenung tidak akan kemana - mana malah masa sudah berlalu laju. Rugi sememangnya rugi seandainya tiada usaha, tiada hasil diisi dalam masa yang pergi. Masa itu terlalu penting untuk dilepaskan begitu saja. Tiada peralatan, tiada kemudahan, tiada peluang bagi menunda perlaluan masa. Ia tetap berlalu, berlari setiap waktu setiap saat, tiada terlewat, tiada terawal, tetap berdetik pada waktunya, tepat pada anjakannya.

Gunakanlah, rancangkanlah, isikanlah sebaik, seelok, semolek, sekemas, seindah waktu, masa yang sedang mendatang, bergerak dan berlalu. Usah dibiarkan ianya pergi tanpa perisian, tanpa hasilnya. Buatkan yang terbaik setiap hari, setiap masa kelak tiada kesal dijiwa. Terganggu gugat perasaan diwaktu pengakhir jalan sudah hampir tiba.

Berusahalah dengan kesabaran dan ketenangan. Kelak kebahagiaan, kepuasan pasti bersinar.

20 July 2008

Jalan Yang Mana Satu ?

Jalan - jalan kehidupan terbentang, terbuka luas di hadapan, banyak dan berliku - liku, menanti dan ternanti untuk dipilih atau terpilih bagi penyambungan perjalanan yang terus dan seterusnya. Jalan yang dipilih, terpilih, dicari dan tercari iaitu jalan kebenaran, jalan ketenangan, jalan kebahagiaan, jalan yang tiada sesat atau tersesat. Tiada yang boleh mengarah, menyuruh, memaksa melainkan terletak, terpulang pada diri sendiri, tanyalah 'Kemanakah aku? Mahu kemanakah aku?'. Yang lain hanya dapat membimbing, membantu, memapah, membangun sebagai panduan dan tunjukajar bagi menghadapi, menempuh perjalanan yang penuh dengan dugaan, godaan, gangguan dan cubaan.

Tiada salah mendengar, melihat, mempelajari, mengambil pedoman, panduan, tunjukajar dari yang lain. Pengalaman mereka, pandangan mereka, percakapan mereka dapat dijadikan peralatan, persiapan diri menyahut pelbagai seruan, pujukan, ajakan dugaan perjalanan namun pilihan tetap jalannya sendiri, tersendiri. Mengikut, terikut jalan perjalanan yang lain, secara rela, sukahati, paksa, terpaksa, dukacita akan menimbul pelbagai kesukaran yang kekadang tiada penjelasan, pemahamannya langsung. Maka tersandarlah, terdamparlah di tepian jalan, dipukul ganas gelombang kehanyutan, kehancuran, kemusnahan, kerugian, kelalaian. Ditolak, dilambung, dihempas ke semua arah. Hilang sudah pegangan, panduan tali kehidupan.

Tangan - tangan simpati melambai-lambai minta dipegang, dicapai, disambut kuat agar dapat membantu, menolong menarik keluar dari ribut ganas yang melanda. Tiada salah menerima, menyambut pertolongan, bantuan dari tangan - tangan yang ingin, hendak menolak, menarik, meletak ke jalan yang lurus, benar, tiada sesat dan tersesat. Penolakan bantuan tangan - tangan simpati akan melemaskan, meletakkan jatuh tenggelam di dasar kegelapan terkapai - kapai mencari, tercari penyelesaian.

Oleh itu, fikirlah secara tenang dan sabar di dalam mencari jalan - jalan kehidupan yang terus dan seterusnya sehingga tiba di penghujung jalan. Pengakhir jalan. Jalan mati. Maka letaklah segala peralatan. Tinggallah segalanya tanda tiada lagi pengembaraan perjalanan kehidupan.

Usia, pengalaman bukan ukuran di dalam menentukan kehebatan memilih jalan - jalan kehidupan. Kekadang sudah berusia, berpengalaman berabad tapi masih tersalah memilih jalannya. Masih tenggelam lemas dipukul badai. Tiada langsung pilihan, kehendak menukar, memilih kembali ke jalan lurus, benar. Jauh sekali mendengar, mengharap, mencapai tangan - tangan simpati, malah memekak dengan angkuh dan bongkak.

Maka, carilah jalannya.

17 July 2008

Jangan Bersedih

Sedih, tersedih, menyedih timbul akibat jiwa, perasaan, badan disakiti, digurisi, dilukai, disentuhi suasana dan berita, cerita tiada ceria. Kekadang ianya sekejap, sebentar, seminit, dua minit hinggakan berlanjutan sehari, seminggu, sebulan, setahun, bertahun - tahun. Sebagaimana manusia kita berhak bersedih, tersedih menyuarakan, mengeluarkan, meluahkan siulan hati. Kekerapan menyimpan pelbagai cerita, berita baik,suram, manis, pahit dihati kekadang membawa padah, maka eloklah diluahkan saja.

Jalan luahan ada dihadapan siap terbentang, ditunggu untuk dituruti. Cari, mencari dengan penuh kesabaran dan ketenangan jalan penyelesaian terbuka, membuka cara meluahkan, mengeluarkan, menyuarakan segala kepedihan, kesakitan, kepiluan, kekecewaan yang bersarang, tersarang di jiwa, perasaan dan hati.

Setiap yang patah tetap berganti, yang berwarna akan menjadi pudar, yang menyakiti akan disenangi, yang bersakit akan dipulihkan, yang bergantung akan dilepaskan. Inilah dugaan, cabaran semasa menempuh perjalanan kehidupan maka bekalannya SABAR dan TENANG. Cari dan teruskan mencari jalan penyelesaian di hadapan tiada tidak akan ditemui cuma cara, masa, penyelesaian setiap manusia berlainan penampilan.

Sedih, tersedih, menyedih jangan terlalu, melalu diikuti, dituruti berpanjangan sehingga terhenti perjalanan hidup tiada pergerakan mengganggu, terganggu olehnya. Tiada gunanya menyesal, sesal, kesal terhadap yang selesai sudah berlalu, terlalu sebab di dalam perjalanan hidup tiada unduran, berpatah baik sebaliknya berterusan maju dan maju kehadapan sehingga keakhir penghujungnya, tiada siapa yang berpengetahuan. Jangan dituruti, diikuti kesedihan berlanjutan kelak dihinggapi, disambari, dimasuki pelbagai tekanan.

Maka terus carian mencari jalan penyelesaian walaupun longlai kaki diseret, badan diangkat, tangan dihanyun. Bergerak dan bergerak walaupun seinci mencari jalan penyelesaian yang terbentang luas di hadapan mata.

Pencapaiannya akan membuka segala cara dan ubatan menghilangkan keresahan, kesedihan, kepiluan dihati, jiwa, perasaan. Akan kembalilah kegembiraan, kesenangan, keceriaan di hati, jiwa, perasaan dan badan.

Oleh itu....jangan bersedih.

15 July 2008

Pendengaran

Dengarkah atau sengaja, pura2, buat2 tidak dengar? Sememangnya sesuatu yang amat pelik untuk difikirkan namun telah dijadikan amalan kebiasaan , kemudian dikatakan sudah lumrah, asam garam dunia. Seeloknya dihentikan saja amalan pelik ini. Pendengaran itu satu anugerah yang tiada nilainya, jadi mengapa perlu berpura2 tidak mendengar. Mungkin ada alasan atau sebab untuk bertindak sedemikian. Penting, terpenting, mementingkan untuk mengakuinya untuk selamat, terselamat atau menyelamat dari suasana sekeliling?

Kemungkinan bertindak sedemikian agar kesilapan, kesalahan, keburukan diri tertutup rapat. Menjadi rahsia sendiri. Tiada yang mengetahui. Yang bertambah pelik, dalam sesaat sudah menjadi manusia lain, bersifat lain, berkelakuan lain. Pelik memang pelik.

Agarnya sudah lama mengamalkannya. Sudah lali dengannya. Sudah benar2 masak perlakuannya. Dipedulikan apa, siapa, mengapa dan kenapa ? Yang penting diri sendiri selamat dan terselamat.

Walau macammana hebat perlakuan, lakonan dan tindakan, setinggi mana terbangnya melayang, sedalam mana menyelamnya lama akhirnya akan kembali ke persimpangan jalan juga. Suka tak suka, gembira tak gembira, yang benar akan terserlah jua. Bagaimana, dimana, macammana semua akan terkeluar, terbentang kelak.

Oleh itu, tak perlulah bersandiwara, berdrama hingga ke lewat malam. Ubahlah 'pendengaran' mendengar, terdengar, dengar akan benar, betul dan tulen. Hindarlah 'pendengaran' dari segala yang mendatang dan terdatang keburukannya.

Renungilah......

14 July 2008

Salah siapa ?

Pada suatu masa dahulu ada dua sahabat bernama Tan dan Tin yang ingin mencari pengalaman hidup telah merantau jauh bertahun - tahun lamanya meninggalkan kampung halaman dan akhirnya mereka tiba di sebuah hutan yang agar tebal dan besar. Setelah sekian lama meredah sambil melimbas parang untuk membuka laluan menerusi dedahan pokok, lelalang, reranting daun, Tan yang agak ketakutan dengan suasana sekeliling bersuara agar mereka mencari tempat untuk melepaskan kepenatan dan menempuh hari gelap yang hampir tiba. Namun, Tin mencadangkan agar mereka meneruskan perjalanan untuk seketika lagi sebelum berhenti kerana percaya tempat perhentian adalah mudah dicari.

Tanpa mereka sedari hari sudah mulai gelap dan keadaan penglihatan menjadi samar-samar. Mereka mulai resah dan tercari-cari tempat untuk berlindung dan berehat namun kesamaran dan ketebalan hutan telah menyukarkan lagi penglihatan dan pencarian mereka sehingga beberapa kali mereka tersepak jatuh. Kekecewaan dan kekesalan mulai menyelubungi sanubari mereka lalu terkeluarlah suara menyesal hingga saling tuduh-menuduh di antara satu sama lain.

Tan menyalahi Tin kerana enggan mendengar nasihatnya agar mereka mencari tempat perlindungan sebaliknya meneruskan perjalanan mereka. Tin menolak dengan alasan ketika itu suasana masih terang dan ketakutan Tan jelas terpacar. Mereka berterusan tuduh-menuduh dan bertegang leher dengan alasan masing - masing tanpa sebarang usaha mencari tempat perlindungan.

Perjalanan kehidupan yang tiada penghujungnya ini seharusnya ditempuh dengan perancangan, kesabaran dan ketenangan. Tiada kerugian seandainya kita mendengar pandangan dan cadangan orang lain bagi memperbetulkan keadaan atau diri sebelum memutuskan arahtujunya ketika menempuh pelbagai rintangan dan dugaan kehidupan seharian atau di tempat kerja walaupun sudah berpengalaman bertahun - tahun lamanya.

Keengganan menerima kesalahan sendiri sememangnya pelik tapi itulah hakikatnya yang sering atau selalu terjadi hinggakan menafikan hak pihak yang benar, yang teraniaya akhirnya. Pelbagai tindakan dan percakapan diusahakan semata - mata untuk menutupi 'kepincangan'nya dan memperlihatkan 'kesempurnaan'nya.

Renungilah......

Pemikiran Negatif : Bolehkah Diubah?

Seandainya pemikiran seseorang itu disaluti, tercalit, terbawa unsur - unsur negatif, maka segala pandangan, penglihatan, perbuatan, perkataan, percakapannya dibayangi negatif semata - mata. Tiada yang indah, terindah, hebat terhebat di mata, dihatinya dipandang, memandang, terpandang segala apa yang ada di hadapan.

Kebanyakan percakapan, perbuatan dan pandangannya menguris hati, melambatkan perancangan syarikat, mengganggu setiap persiapan yang akan dilaksanakan.

Juruteru, pelbagai cadangan menyusul agar si negatif, pemikir negatif, orang yang negatif ini dipulaukan, dijauhkan, dipinggirkan saja agar tidak menyusahkan atau mendatangkan sebarang kekacauan kepada semua pihak yang terlibat baik kaum keluarga, kawan sepejabat atau pihak pengurusan. Namun, ada jua yang mencadangkan agar dikaunselingkan individu yang bersikap negatif agar dapat menimbulkan kepositifan di kotak mindanya.

Sememangnya mereka - mereka yang bersikap atau bermotifkan negatif ini mengalami atau membawa unsur ini kerana pelbagai alasan dan sebab munsabab yang mendorong kenegatifan bertapa di minda mereka dan berterusan berkuasa dan menguasai menolak sebarang pandangan, penglihatan positif terhasil.

Kemungkinan perasaan jiwa terganggu atau pengalaman pahit dialami membuat seseorang individu berterusan menyimpan tanpa sebarang luahan kepada pihak lain. Kesedihan, kemarahan, kesakitan yang disimpan rapat membuatkannya berterusan enggan berkomunikasi secara lisan meluahkan apa yang terpahat di jiwa agar dapat dibimbing kembali keluar dari kotak kebingungan. Akhirnya, kedegilan menguasai pemikiran lantas menjadikannya bersifat negatif.

Oleh itu, adalah penting untuk merapati individu yang bersikap negatif ini dari arah yang lain agar dibenarkan berkomunikasi dengannya secara tenang dan aman. Asakan, paksaan, amaran keras tidak boleh dijalankan, dilaksanakan yang akan membuatkan individu, mereka - mereka yang bernegatif ini menolak terus dan tiada lagi keizinan untuk berinterasi secara tenang.

Berilah peluang kepada mereka untuk berubah dan diubah. Tiada langsung kemaafan atau peluang untuk kemajuan akan menolak mereka - mereka ini jauh terpinggir dan akan bertambah teballah kenegatifan mereka.

Fikirkanlah........

12 July 2008

Perjalanan Yang Jauh

Di dalam kita mengharungi kehidupan ini yang berliku - liku, penuh dengan onak berduri, pelbagai suka-duka, rintangan dan dugaan, ditempuhi juga dengan peningkatan usia setiap saat atau pengurangan masa untuk sampai ke penghujung perjalanan. Walau sepahit atau sepedih mana pun perasaan, hati, jiwa dan batin terasa dan terseksa, tiada langsung jalan berpatah balik, tiada langsung peluang untuk undur ke belakang, tiada langsung pilihan untuk tidak menolak, tiada langsung masa boleh dianjak kembali. Tiada langsung boleh diubah atau diperbetulkan apa yang telah terkata, terbuat dan terlaksana. Melainkan meneruskan jua perjalanan kehadapan dan berterusan mencari jalan - jalan perbetulan untuk kesilapan perkataan, percakapan, perbuatan, kelalaian, tindak-tanduk dan jalan - jalan penyelesaian untuk kesedihan, kepiluan, kesakitan, ketakutan dan jalan - jalan kebahagiaan untuk ketenangan, keselesaan, kecintaan.

Jalan - jalan yang dicari dan tercari jelas terbentang di hadapan namun pencapaiannya bukannya mudah kerana memerlukan kecekalan, keberanian, kesanggupan untuk bangun berdiri, berjalan dan berlari walaupun keletihan, kepenatan, kelesuan, kehausan teramat sangat dengan perjalanan yang telah ditempuh. Kalau kekesalan dibiarkan melayang - layang menguasai dan berkuasa, akan terhentilah kaki, akan penatlah badan, akan lesulah akal dan semuanya berhenti, terhenti dan mematikan untuk menanti di tengah perjalanan.

Sememangnya penantian itu suatu penyeksaan, menyeksa, terseksa kerana semuanya bergantung, tergantung dan menggantung akibatnya tiada peningkatan, tiada pergerakan walaupun seinci, sedengkal, sekaki kedepan. Maka punahlah harapan, hancurlah segala persiapan, kehendak, keinginan, kemahuan sewaktu menempuh perjalanan permulaan, pertengahan.

Masa berdetik dan berterusan berdetik, tiada penantian, tiada penungguan, tiada kelewatan walaupun sesaat. Biar apapun yang menyerang, menghentam angkatkan, majukan, langkahkan setapak kedepan. Hanyungkan tangan membantu badan, meringankan badan menguasai kembali pergerakan, kemajuan kaki dan semuanya berterusan menghala ke jalan kebahagiaan, ketenangan, kegembiraan yang telah dipilih, terpilih dan memilih. Tiada lagi perasaan melayang - melayang, terawang - awang membina, terbina, bertapak dan tertapak melambatkan perjalanan ini.

Maju dan berterusan maju, tiada lagi toleh, menoleh, tertoleh kebelakang mengharap, terharap sebarang pengharapan yang boleh diharapkan. Percayalah diri, yakinlah diri tanpa keraguan lagi, tanpa melayan bisikan, hasutan kenakalan luaran. Teruskan dan meneruskan perjalanan sehingga mengecapi kegembiraan, ketenangan, kegembiraan, kecintaan yang dicari dan tercari sehingga sentiasa bersiap dan tersiap untuk perjalanan yang tidak noktahnya, jauh dan amat jauh.

Teruskan perjalanan dengan ketenangan, kesediaan untuk apa jua dugaan, cabaran, usikan yang mendatang, terdatang sehingga perjalanan mengakhiri, terhenti menandakan masanya untuk kembali.....

Adakah Kita Mengenali Diri Kita Sendiri ?

Kekadang ketika menjalani kehidupan seharian kita lupa atau sengaja melupakan akan diri kita sendiri. Segala kemahuan dan permasalahan pembelajaran diselesaikan secara pemikiran, perbuatan dan perlaksanaan tanpa memperdulikan diri sendiri.

Sememangnya kita selalu akan berkata,
‘Aku lakukan ini untuk diriku sendiri……’
‘Aku mencuba yang terbaik untuk diriku…’
‘Aku perlukan lakukan ini untuk diriku sendiri….’

Adakah kita benar – benar melakukan semua ini untuk diri kita sendiri atau sengaja memberi alasan hanya untuk keselesaan HATI sahaja……….

FIKIRKAN DAN RENUNGILAH……..

11 July 2008

Kenalilah Diri

Apabila anda secara sengaja atau tidak sedar bahawa anda telah melakukan kesilapan pada orang lain, adakah anda sanggup : 1. Mengakui kesilapan anda 2. Menafikan kesilapan anda 100% 3. Meletakkan kesilapan itu pada orang lain 4. Berpura2 tidak tahu menahu 5. Berupa2 tiada kesilapan berlaku 6. Serta merta menjadikan diri anda baik dan tiada kaitan dengan kesilapan tersebut.

Biar apa pun pilihan anda ianya secaranya tidak langsung akan memperlihatkan sikap dan perwatakan anda di dalam memperjuangkan kebenaran. Sesungguhnya memang pedih dan amat menyakiti untuk memperkatakan yang benar namun implikasinya sangat besar dan akan berterusan mempengaruhi diri anda secara keseluruhan dalam jangka masa yang panjang.

Sesungguhnya pilihan 1 merupakan pilihan yang sangat berat dan tidak semua sanggup melakukannya kerana ianya boleh menjejaskan beberapa perkara yang bersangkutan dengan kredibiliti pelakunya. Disebabkan perkara yang sama, nombor 2 hingga 6 tetap menjadi pilihan yang mudah dan senang untuk menghindarkan diri anda dari perasaan bersalah bersarang dihati anda.

Biar apapun keputusan dan alasannya, anda tetap bertanggungjawab sepenuhnya terhadap diri anda dan pemilihan jalan seterusnya bakal meletakkan diri anda di dalam posisi yang akan mempengaruhi kesemua tindak-tanduk, pewatakan dan percakapan anda di dalam menerusi penghidupan ini.

Ketidaksanggupan menerima kelemahan diri sendiri ini meletakkan kita di dalam situasi ego dan bongkak dan cubaan menegakkan kebatilan di sepanjang perjalanan hidup. Ingatlah setiap perlakuannya ada balasannya yang hanya menantikan kebenaran menundukkan pembohongan.

10 July 2008

Masalah

Apakah itu masalah ? Masalah membawa pelbagai maksud termasuk iaitu persoalan yang mesti diselesaikan atau dipersetujui. Adakah ia mendatang atau bergolek kepada kita atau kita yang sendiri yang mencarinya? Sebenarnya masalah kecil atau besar sentiasa wujud di dalam kehidupan seharian kita dimana kita memerlukannya bagi meneruskan penghidupan ini.


Penulis berpendapat masalah terbahagi kepada 2 kategori kerana apabila kita menghadapi sesuatu masalah itu seperti hendak makan kerana proses ini memerlukan badan kita untuk menghasilkan keupayaan yang amat tinggi. Proses ini perumpamaan memerlukan 5-6 buah jentolak untuk menjayakannya. Jadi, memakan ini adalah satu masalah tapi disebabkan badan dan akal kita menerimanya dengan baik maka penulis menamakannya masalah positif.

Kesesakan lalulintas juga merupakan satu masalah yang mesti ditempuhi untuk ke destinasi yang ditujui dan ianya tidak disukai oleh badan dan akal kita maka penulis menamakannya masalah negatif.

Sebenarnya kesemua masalah yang berlabuh di dalam kehidupan seharian kita adalah mengikut kehendak diri kita sendiri dan terpulanglah juga kepada kita sendiri untuk mencari jalan penyelesaian yang terbaik.

Seandainya kita menerima masalah dengan permikiran positif maka ianya akan menjadi positif dan dapat diselesaikan secara positif juga. Namun, jika penerimaannya secara negatif maka penyelesaiannya negatif dan kemungkinan ianya akan berulang atau bertambah masalah lain pula.

Maka, belajarlah menerima kesesakan sebagai masalah positif untuk mendidik diri mencari penyelesaian positif dan mengamalkannya. Anda akan tersenyum sendiri sekiranya setiap pemasalahan itu ditempuhi dengan kejayaan.

Mata - Penukaran Sudut Pandangan Positif

Mata sememangnya memainkan peranan yang amat penting di dalam kehidupan seharian kita. Namun, pandangan 'mata' perlu diubah ke pelbagaian sudut apabila mendapat sesuatu masalah atau tugasan yang perlu diselesaikan.
Yang pentingnya ialah alihkan pandangan mata dengan melihat dari sudut yang berpositif. Tumpukan perhatian kepada sudut – sudut positif yang dapat dilihat dengan ‘mata hati’ dan fikiran untuk mencari penyelesaian bagi masalah atau tugasan tersebut. Fikirkan perancangan yang melibatkan kaedah, cara, pandangan, komen, jangkamasa dan sebagainya yang dapat digunakan didalam proses penyelesaian ini.

09 July 2008

Pengurusan Masa / Time Management

Kefahaman tentang pengurusan masa memainkan peranan yang amat penting kerana ianya dapat mengurangi 'pembaziran masa' yang merangkumi produktif dan pencapaian individu dari segi pengurusan perkara penting, peningkatan produktif dan keberkesanan pekerjaan, menikmati kehidupan yang seimbang dan pengurangan tekanan terhasil dari pengurusan masa yang tidak berkesan.

Adalah penting untuk setiap individu mempelajari tentang perancangan, membuat keputusan, pengurusan kertas dan kemahiran berkomunikasi untuk memiliki kemahiran secara positif menyelia, mengurus dan mengatur setiap perancangan dan pekerjaan di dalam masa yang bertepatan.


Mutual understanding of the time management plays an important role because it can minimise 'time waste' which plague our personal productivity and sense of achievement from the perspective of manage priorities, increase work effectiveness and productivity, enjoy a more balanced lifestyle and reduce the stress which results from a lack of effective time planning.

It is important for any individual to learn about planning, decision making, paper management and communication skills to have the skills to positively manage, deal and organise any plans or jobs in acurate timing.

Renungan


Setiap kali apabila mengendalikan sesi latihan motivasi, penulis sering mengajukan persoalan kepada para peserta mengenai perkara pertama yang kita akan lakukan apabila tersedar dari tidur pada setiap pagi? Pelbagai jawaban yang diberikan oleh para peserta berdasarkan kepada amalan biasa kehidupan mereka. Sebagai manusia biasa, kita akan meneruskan amalan sedemikian dari satu kepada generasi kepada generasi yang lain.

Namun, kesemuanya bukanlah jawaban yang tepat dan kiranya tidak salah dikatakan bahawa sebagai manusia, kita bersikap angkuh dan sombong kepada diri kita sendiri samaada kita sedar, lupa atau sengaja buat-buat terlupa.

Fikirkanlah......

Kemalangan : Simpati atau Dielakkan?

Seperti kelazimannya, berita tentang kemalangan jalanraya samaada yang kecil atau yang menggerunkan sering dipamerkan di dada-dada akhbar tempatan tapi cara penyampaiannya kini telah berubah seperti mengharapkan simpati para pembaca untuk turut serta merasai kepiluan pihak yang terlibat.

Bukan persoalannya tentang tidak mempunyai perasaan simpati terhadap pihak yang ditimpa sesuatu mushibah tapi pokoknya yang penting ialah tindakan yang mesti diambil bagi mengelakkan sebarang kejadian atau kemalangan dari terjadi atau berulang.

Sedar atau tidak, kebanyakan kita sudah mulai mengenepikan atau tidak mempedulikan langsung peraturan jalanraya dan keselamatan diri dengan mengambil cara mudah atau jalan singkatan untuk sampai ke destinasi yang ditujui.

Sedar atau tidak, bukan setakat peraturan jalanraya sahaja malah kekadang merangkumi keselamatan diri, keluarga dan sebagainya diabaikan begitu sahaja.

Perubahan kearah tindakan yang berpositif perlu dilakukan segera bagi menyedarkan mereka - mereka yang bersikap negatif untuk berterusan melaksanakan anjakan yang berpositif agar mengelak sebarang kemalangan dari berulang atau yang malangnya melibatkan keluarga kita sendiri.

08 July 2008

Hebatkah kita ?

Adakah dengan mengatakan bahawa ‘aku hebat' telah menjadikan kita sedemikian?
Adakah setiap kali timbul masalah, kita cuba menafikannya atau meninggalkannya untuk diselesaikan oleh orang lain?
Adakah kita boleh menerima sebarang perubahan di tempat kerja?
Adakah kita fikir kehebatan kita melebihi dari orang lain?
Adakah kita merasa diri kita yang terbaik berbanding yang lain?
Adakah kita sentiasa peka keadaan sekeliling dan bersedia menerima sebarang maklumat baru?
Adakah kita benar – benar memahami kehendak diri, keluarga, kawan dan pihak pengurusan?
Kita lebih mengenali diri kita sendiri…………….

Dimanakah ketenangan?

Terfikirkah oleh kita mengapa disekiling kita diselubungi dengan warna kehijauan, bunyi merdu aliran air sungai dan kecantikan alam semulajadi? Ketiga-tiga perkara ini merupakan asas penting untuk kita mencari, memiliki dan mengecapi ketenangan.

Sayang sekali, dewasa ini warna kehijauan semakin menghilang dan digantikan dengan pelbagai warna lain. Kemerduan aliran air sungai semakin sayup kedengaran dan hilang begitu saja. Kecantikan asli semakin terhakis dan diganti dengan kepalsuan. Semakin ramai hilang pertimbangan dan kesabaran di dalam mengharungi liku - liku kehidupan yang penuh dugaan dek kerana kelazatan ketenangan semakin pudar.

Oleh itu, kembalilah kepada kehijauan, aliran air sungai dan kecantikan agar ketenangan bertapak semula di jiwa kita.

07 July 2008

Nilaikanlah diri sendiri

Penulis masih ingat semasa menjalankan satu sesi latihan motivasi di mana para pesertanya yang agak tegar dengan sikap negatif dan kritikan yang pedas telah mencadangkan agar penulis lebih memberikan contoh beberapa individu yang telah berjaya di dalam kehidupan mereka seperti Bill Gates, Christoper Warrant dan sebagainya untuk rujukan mereka.

Penulis hanya tersenyum kerana persoalannya layakkah kita untuk memperkatakan tahap kecemerlangan dan kejayaan individu-individu tersebut sedangkan sikap dan pencapaian kita berada jauh kebelakang berbanding orang kebanyakan?

Fikirkanlah dan renungilah diri kita dulu untuk bersedia menerima perubahan minda, lebih bersikap positif dan memberi mutu pencapaian yang terbaik.

Jujurkah kita?

Setiap hari kita sentiasa bergerak dan melakukan pelbagai tugasan didalam melayari kehidupan ini. Namun, terfikirkah oleh kita akan kejujuran yang dipratikkan di dalam menjalankan atau melaksanakan tugasan harian kita?

Mungkin sesetengah individu berpendapat bahawa isu kejujuran ini adalah perkara remeh- temeh yang tidak perlu digempar-gempurkan kerana terpulang kepada mana-mana individu untuk memikirkan sendiri cara dan kesan dari perlaksanaan tugasannya itu.

Memang tidak dinafikan bahawa setiap individu berhak keatas dirinya sendiri namun persoalannya sekarang ialah kesan atau akibat dari ketidakjujuran kita di dalam menjalankan atau melaksanakan sesuatu tugasan itu yang secara tidak langsungnya membabitkan pihak yang lain seperti keluarga, kawan dan sebagainya yang terpaksa mengganggungnya .

Apakah kesan akibat dari ketidakjujuran ini? Sebenarnya banyak dan ianya kait-mengait diantara satu sama lain. Untuk mencari jawabannya maka perlulah ditenangkan diri, merenungi dan menganalsiskan setiap tindakan atau perbuatan kita di dalam melaksanakan tugasan harian kita.

Terpulanglah kepada diri sendiri untuk menerima atau menolak setiap jawapan yang terhasil dari 'penyiasatan' ini kerana kita bertanggungjawab penuh keatas diri kita sendiri.

04 July 2008

Coaching & Mentoring

Menguruskan orang kebanyakan menuju ke arah kejayaan bukanlah suatu tugasan yang mudah kerana ianya merupakan tanggungjawab yang melibatkan kesabaran, pandangan jauh, penghargaan terhadap personaliti individu, keunikan orang kebanyakan dan pelbagai kebolehan.

Kejayaan mengurus merupakan satu seni yang memerlukan penglibatan besar yang lebih daripada teknikal tahu-bagaimana dan kelantangan bersuara kuat. Pengurus perlu memahami tentang kelakuan manusia secara mendalam sekiranya ingin mengekalkan pencapaian tinggi para pekerjanya secara tetap.

Untuk memaksimumkan pencapaian para pekerja, kunci para pekerja perlu dikenalpasti dan meletakkan pada tempatnya bagi membuka laluan mereka kearah kejayaan. Penemuan yang mengagumkan ini hanya akan dicapai dengan bekerja rapat bersama orang perseorangan berdasarkan asas individu.

Disini bermulanya coaching & mentoring sebagai peraturan pengurusan dengan kekukuhan akar umbi di dalam membentuk suasana bekerja yang lebih bersifat peribadi dan kepuasanhati untuk membuatkan para pekerja lebih produktif.

Pendekatan ini yang berupa kecekapan mencari jalan untuk mengurus orang kebanyakan sememangnya menyedari dan menghargai akan kedua – dua keputusan positif ini bukanlah salingan eksklusif tetapi bersedia menerima kesilapan orang kebanyakan pada sesuatu masa.

Konsep coaching & mentoring di dalam pengurusan telah tersebar luas dan diterimapakai sebagai pendekatan bisnes kerana terbukti ketinggian efektif pratisnya telah memacu para pekerja menghasilkan keputusan yang menguntungkan bagi syarikat –syarikat yang telah mengamalkan teknik dan peralatan pemandangan kehadapan ini.

Coaching & Mentoring


Managing people to successfully is not easy as it is an involved responsibility that required patience, foresight, appreciation of individual personalities, people’s unique and varying abilities.

Successful managing is an art as it would require a great deal more than mere technical know-how and a loud booming voice. Managers should be fully understood the depth of the human behaviour if they are hoping to secure the staff peak performance steadily.

To maximize the staff performance is to identify and locate the key to unlock their drive to succeed. This amazing finding would only be achieved by working closely to everyone on individual basis.

This is where coaching and mentoring come in as the managerial disciplines with firmly rooted in fashioning a contented and personally work atmosphere to make employees more productive.

This resourceful approach to managing people fully realizes and appreciates that these two positive results are not mutually exclusive but also readily accept the reality that people will stumble on occasion.

Coaching and mentoring in management are becoming widespread as an accepted business approach because it practice is proving highly effective in spurring employees to produce favourable results to the companies that implement these forward-looking tools and techniques.

Agricultural

This topic is very fascinating and should be discussed deeper because in it we can be self-reliance since we have all the natural and required resources to be developed. Efforts should be exerted towards upgrading the HI-tech technologies knowledges and full-supported to all low-income farmers and seriously entertained their applications. Moving towards hi-tech sector is excellent because more foreign investors, more business operations and more job opportunities.

This diversification would also support the opportunity of increasing the food production to fulfill the requirement. Pertaining to more profits earned from foreign investors, taxes or any other charges can be implemented for the country's beneficial. Fast actions and plans should be executed to prevent any local and foreign investors started to search for better and well-profitable targets to throw their monies.

03 July 2008

Lampu isyarat

Apabila tiba dipersimpangan lampu isyarat yang sedang menyalakan warna merah, adakah anda, pilihan 1. meneruskan juga perjalanan anda atau pilihan 2. anda tetap berhenti sehingga lampu isyarat bertukar warna hijau, walaupun sedikit atau tiada kenderaan lain dipersimpangan tersebut?

Mungkin pilihan 1 adalah pilihan anda dengan alasan hanya orang bodoh sahaja yang menunggu sehingga lampu isyarat bertukar warna kerana tiada kenderaan lain waktu itu. Apatah lagi, dengan bermotorsikal, anda boleh mencelah pada bila-bila masa walapun anak sedang membonceng dibelakang anda terhuyung-hayang.

Mungkin pilihan 2 adalah pilihan anda dengan alasan undang - undang tetap dipatuhi walapun tiada sebarang kenderaan yang lalu lalang kerana keselamatan anda dan pembonceng tetap diutamakan.

Sebenarnya prinsip penggunaan lampu isyarat ini telah wujud didalam diri kita. Ianya dapat mempamerkan sikap, penerimaan dan penyelesaian kita terhadap sesuatu perkara, isu atau masalah yang melanda atau bersangkutan dengan diri, keluarga dan tempat kerja kita.

Apabila kita tiba dipersimpangan permasalahan, kita akan bertanya pada diri sendiri kemana arah atau jalan penyelesaian yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kejadian dipersimpangan lampu isyarat dapat memperjelaskan sikap kita yang sebenarnya samaada kita bersabar dan tenang atau terburu-buru di dalam menyelesaikan permasalahan yang timbul.

Sesungguhnya kesabaran dan ketenangan itu adalah gabungan yang terbaik di dalam mengajar kita mencari arah atau jalan penyelesaian yang terbaik untuk diri, keluarga dan pekerjaan kita biarpun pelbagai masalah atau badai yang melanda.

Jadi, apabila tiba dipersimpangan lampu isyarat, belajar-belajarlah bersabar.
PEMIKIRAN POSITIF?

Pemikiran Positif merupakan salah satu dari pelbagaian kaedah di dalam bidang pembangunan pengurusan yang diamalkan oleh kebanyakan organisasi untuk memacukan produktiviti dan komitmen pekerja – pekerja bagi mencapai hala tuju dan objetif yang ingin disasarkan.

Ia tidak kurang pentingnya di dalam diri setiap individu untuk menjadi lebih bersemangat dan berkeyakinan di dalam menjalankan pekerjaan seharian. Namun, kita hanyalah manusia biasa yang mengalami pasang surut di dalam mengharungi liku – liku kehidupan yang kadangkala memberi tekanan sehingga mengganggu-gugat pencapaian kita.

Tidak kurang juga dengan segelintir para pekerja yang menolak perubahan sikap atau enggan menerima pembaharuan. Masalah sebegini boleh mempengaruhi perancangan pihak pengurusan untuk mencapai sesuatu objektif dalam jangka masa yang telah ditetapkan.

Pemikiran Positif adalah latihan dalaman yang dapat memberi kebaikan kepada semua pihak dari pelbagai bidang atau jawatan kerana ianya berkait rapat dengan diri seseorang individu dan penggunaan kuasa fikiran. Perlu diingatkan bahawa amatlah penting untuk sentiasa melakukan latihan atau amalan bagi meningkatkan penguasaan berfikir secara positif sepenuhnya.


POSITIVE THINKING?

Positive Thinking is one of many methods in management development field being practiced by many organizations to maximize the productivity and staff commitment to achieve the target and objectives as planned.

Positive Thinking also plays an important role to evey individual to produce the ambitious and self-confident within ourselves in delivering our best work performance. However, we are just normal human beings who are sometimes may experience low feeling while carrying out our daily life activities which may interfere and effect our performance indirectly or facing work depression at workplace.

Nevertheless, some of employees may refuse to any attitude change or new enhancement implementation at workplace. This situation may indirectly influence the management’s plan to achieve certain objectives in the certain time frame.

Positive Thinking is the self-inner training which can benefit many people in various field or posts because it is very close connected with oneself and mind power usage. It is important to be reminded that to continuously practicing the positive thinking to increase the maximum positive mind control.